Tampilkan postingan dengan label program aplikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label program aplikasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Mei 2012

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIFUNTUK SIMULASI PENILAIAN KINERJA PENGAWAS MADYADALAM DIKLAT PENILAIAN KINERJA PENGAWASLPMP JAWA TENGAH

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF


UNTUK SIMULASI


PENILAIAN KINERJA PENGAWAS MADYA


DALAM DIKLAT PENILAIAN KINERJA PENGAWAS


LPMP JAWA TENGAH


Drs. Sri Wasono Widodo,M.Pd.


Widyaiswara LPMP Jawa Tengah


ABSTRAK


Widodo, Sri Wasono. 2012. "Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Simulasi Penilaian Kinerja Pengawas Madya dalam Diklat Penilaian Kinerja Pengawas LPMP Jawa Tengah". Laporan Penelitian Pengembangan, diajukan dalam rangka kegiatan pengembangan profesi Widyaiswara.


Latar belakang masalah dari penelitian pengembangan ini adalah banyaknya peserta diklat yang mengalami kesulitan dalam melakukan simulasi penilaian kinerja pengawas. Untuk itu diperlukan suatu program aplikasi sebagai media. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana merancang bangun program aplikasi yang berfungsi sebagai media diklat yang dapat membantu fasilitator maupun peserta diklat dalam simulasi penilaian kinerja pengawas. Tujuan penelitian ini agar program aplikasi yang dihasilkan berfungsi sebagai media diklat yang dapat membantu fasilitator maupun peserta diklat dalam simulasi penilaian kinerja pengawas. Produk yang dihasilkan diuji coba secara terbatas. Instrumen yang digunakan adalah angket yang telah divalidasi. Berdasarkan hasil uji coba perorangan dan kelompok kecil, program aplikasi yang dihasilkan termasuk kategori sangat baik, dengan sedikit perbaikan. Setelah direvisi, multimedia interaktif didesiminasikan ke web sehingga dapat diunduh secara online.


Kata Kunci : program aplikasi, multimedia interaktif, simulasi, diklat.




  1. PENDAHULUAN



  • Latar Belakang


Prestasi kerja pengawas sekolah dalam menunaikan tugas pokoknya perlu mendapat penilaian. Untuk melaksanakan penilaian kinerja pengawas sekolah, diperlukan instrumen penilaian kinerja. Berkenaan dengan itu, Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Penddidikan (BP SDMP dan PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyusun instrumen penilaian kinerja pengawas.

Untuk mempersiapkan tim penilai dalam penilaian kinerja ini, diadakan diklat calon asesor yang antara lain dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah. Di dalam kegiatan diklat ini terdapat mata diklat simulasi penilaian kinerja pengawas. Permasalahan yang muncul adalah kegiatan yang membutuhkan pemahaman tentang prosedur statistik deskriptif ini dilakukan dalam waktu yang relatif kurang memadai, yaitu biasanya sekitar 10 jam pelajaran saja untuk semua komponen tenaga pendidik, sementara instrumen penilaian kinerja untuk pengawas terdiri dari tiga macam yaitu instrumen penilaian kinerja pengawas muda, pengawas madya dan pengawas utama.

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA DIKLAT INTERAKTIFUNTUK SIMULASI PENILAIAN KINERJA GURUDALAM DIKLAT PENINGKATAN KOMPETENSI GURULPMP JAWA TENGAH

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA DIKLAT INTERAKTIF


UNTUK SIMULASI PENILAIAN KINERJA GURU


DALAM DIKLAT PENINGKATAN KOMPETENSI GURU


LPMP JAWA TENGAH


Drs. Sri Wasono Widodo,M.Pd.


Widyaiswara LPMP Jawa Tengah


ABSTRAK


Widodo, Sri Wasono. 2012. "
Pengembangan Multimedia Diklat Interaktif untuk Simulasi Penilaian Kinerja Guru Dalam Diklat Peningkatan Kompetensi Guru LPMP Jawa Tengah". Laporan Penelitian Pengembangan, diajukan dalam rangka kegiatan pengembangan profesi Widyaiswara.


Latar belakang masalah dari penelitian pengembangan ini adalah banyaknya peserta diklat yang mengalami kesulitan dalam melakukan simulasi penilaian kinerja guru. Untuk itu diperlukan suatu program aplikasi sebagai media. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana merancang bangun program aplikasi yang berfungsi sebagai media diklat yang dapat membantu fasilitator maupun peserta diklat dalam simulasi penilaian kinerja guru. Tujuan penelitian ini agar program aplikasi yang dihasilkan berfungsi sebagai media diklat yang dapat membantu fasilitator maupun peserta diklat dalam simulasi penilaian kinerja guru. Produk yang dihasilkan diuji coba secara terbatas. Instrumen yang digunakan adalah angket yang telah divalidasi. Berdasarkan hasil uji coba perorangan dan kelompok kecil, program aplikasi yang dihasilkan termasuk kategori sangat baik, dengan sedikit perbaikan. Setelah direvisi, multimedia interaktif didesiminasikan ke web sehingga dapat diunduh secara online.


Kata Kunci : program aplikasi, multimedia interaktif, simulasi, diklat.

  1. PENDAHULUAN



  • Latar Belakang


Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan Penilaian Kinerja Guru (PKG) yang menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan.

Asesor PKG adalah kepala sekolah atau guru senior. Mengingat di kebanyakan sekolah rasio jumlah asesor dan jumlah guru kurang berimbang, pelaksanaan PKG akan mengalami hambatan. Di samping itu, dalam proses pelaksanaannya PKG membutuhkan kecermatan baik dalam memberikan skor maupun pengolahannya menjadi nilai akhir.

Aplikasi teknologi informasi dan komunikasi hampir tidak bisa dipisahkan dari setiap aspek kehidupan Kita. Demikian juga di dalam suatu kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat). Prinsip-prinsip Andragogis harus Kita perhatikan dengan seksama dan implementasi Adult Learning Theory dengan kombinasi pemanfaatan teknologi harus Kita optimalkan (Wang: 2010).

Widyaiswara memiliki tugas utama mendidik, mengajar, dan melatih dalam kegiatan diklat. Untuk mendukung tugasnya tersebut seorang widyaiswara dituntut untuk mampu menyusun suatu karya tulis ilmiah (KTI). Karya tulis yang berupa hasil penelitian, tinjauan ataupun gagasan ini menjadi indikator penguasaan kompetensi profesional seorang Widyaiswara. KTI Widyaiswara juga berfungsi sebagai media atau sarana komunikasi dalam menuangkan gagasan dan pengetahuannya dalam rangka mengembangkan bahan ajar. Hal ini untuk menjamin dan meningkatkan keefektivan proses pembelajaran dalam diklat (lampiran Peraturan Kepala LAN No,9 Tahun 2008).