PENGEMBANGAN MULTIMEDIA DIKLAT INTERAKTIF
UNTUK SIMULASI PENILAIAN KINERJA GURU
DALAM DIKLAT PENINGKATAN KOMPETENSI GURU
LPMP JAWA TENGAH
Drs. Sri Wasono Widodo,M.Pd.
Widyaiswara LPMP Jawa Tengah
ABSTRAK
Widodo, Sri Wasono. 2012. "
Pengembangan Multimedia Diklat Interaktif untuk Simulasi Penilaian Kinerja Guru Dalam Diklat Peningkatan Kompetensi Guru LPMP Jawa Tengah". Laporan Penelitian Pengembangan, diajukan dalam rangka kegiatan pengembangan profesi Widyaiswara.
Latar belakang masalah dari penelitian pengembangan ini adalah banyaknya peserta diklat yang mengalami kesulitan dalam melakukan simulasi penilaian kinerja guru. Untuk itu diperlukan suatu program aplikasi sebagai media. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana merancang bangun program aplikasi yang berfungsi sebagai media diklat yang dapat membantu fasilitator maupun peserta diklat dalam simulasi penilaian kinerja guru. Tujuan penelitian ini agar program aplikasi yang dihasilkan berfungsi sebagai media diklat yang dapat membantu fasilitator maupun peserta diklat dalam simulasi penilaian kinerja guru. Produk yang dihasilkan diuji coba secara terbatas. Instrumen yang digunakan adalah angket yang telah divalidasi. Berdasarkan hasil uji coba perorangan dan kelompok kecil, program aplikasi yang dihasilkan termasuk kategori sangat baik, dengan sedikit perbaikan. Setelah direvisi, multimedia interaktif didesiminasikan ke web sehingga dapat diunduh secara online.
Kata Kunci : program aplikasi, multimedia interaktif, simulasi, diklat.
- PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan Penilaian Kinerja Guru (PKG) yang menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan.
Asesor PKG adalah kepala sekolah atau guru senior. Mengingat di kebanyakan sekolah rasio jumlah asesor dan jumlah guru kurang berimbang, pelaksanaan PKG akan mengalami hambatan. Di samping itu, dalam proses pelaksanaannya PKG membutuhkan kecermatan baik dalam memberikan skor maupun pengolahannya menjadi nilai akhir.
Aplikasi teknologi informasi dan komunikasi hampir tidak bisa dipisahkan dari setiap aspek kehidupan Kita. Demikian juga di dalam suatu kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat). Prinsip-prinsip Andragogis harus Kita perhatikan dengan seksama dan implementasi Adult Learning Theory dengan kombinasi pemanfaatan teknologi harus Kita optimalkan (Wang: 2010).
Widyaiswara memiliki tugas utama mendidik, mengajar, dan melatih dalam kegiatan diklat. Untuk mendukung tugasnya tersebut seorang widyaiswara dituntut untuk mampu menyusun suatu karya tulis ilmiah (KTI). Karya tulis yang berupa hasil penelitian, tinjauan ataupun gagasan ini menjadi indikator penguasaan kompetensi profesional seorang Widyaiswara. KTI Widyaiswara juga berfungsi sebagai media atau sarana komunikasi dalam menuangkan gagasan dan pengetahuannya dalam rangka mengembangkan bahan ajar. Hal ini untuk menjamin dan meningkatkan keefektivan proses pembelajaran dalam diklat (lampiran Peraturan Kepala LAN No,9 Tahun 2008).