Senin, 09 April 2012

RANCANG BANGUN MEDIA DIKLAT INTERAKTIFTIPE HYPERTEXT TOOL UNTUKSIMULASI ANALISIS BUTIR SOALDALAM DIKLAT GURU PEMANDULPMP JAWA TENGAH

RANCANG BANGUN MEDIA DIKLAT INTERAKTIF


TIPE HYPERTEXT TOOL UNTUK


SIMULASI ANALISIS BUTIR SOAL


DALAM DIKLAT GURU PEMANDU


LPMP JAWA TENGAH


Drs. Sri Wasono Widodo,M.Pd.


Widyaiswara LPMP Jawa Tengah


ABSTRAK


Widodo, Sri Wasono. 2012. "Rancang Bangun Media Diklat Interaktif Tipe Hypertext Tool untuk Simulasi Analisis Butir Soal dalam Diklat Guru Pemandu LPMP Jawa Tengah". Laporan Penelitian Pengembangan, diajukan dalam rangka kegiatan pengembangan profesi Widyaiswara.


Penelitian pengembangan ini dilatar belakangi banyaknya guru yang mengalami kesulitan dalam melakukan analisis butir soal tes. Untuk itu diperlukan suatu program aplikasi yang membantu memahami dan melaksanakan analisis butir soal. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana merancang bangun program aplikasi yang berfungsi sebagai media diklat yang dapat membantu fasilitator maupun peserta diklat dalam simulasi analisis butir soal. Tujuan penelitian ini agar program aplikasi yang dihasilkan berfungsi sebagai media diklat yang dapat membantu fasilitator maupun peserta diklat dalam analisis butir soal. Manfaat penelitian ini adalah tersedianya program aplikasi yang dapat membantu fasilitator dan peserta diklat dalam simulasi analisis butir soal. Spesifikasi program aplikasi yang dirancang berbasis Visual Basic Application Microsoft Excel dengan memanfaatkan berbagai menu function dan form, yang memiliki kompatibilitas di Excel 2003 atau generasi setelahnya. Produk yang dihasilkan diuji coba secara terbatas dengan responden seorang pakar penilaian, 4 orang fasilitator diklat dan 6 orang yang pernah menjadi peserta diklat Guru Pemandu. Instrumen yang digunakan adalah angket yang telah divalidasi. Setelah direvisi, media diklat interaktif program aplikasi tipe hypertext tool simulasi analisis butir soal didiseminasikan dalam diklat Guru Pemandu dan diunggah ke web sehingga dapat diunduh secara online.


Kata Kunci : media diklat interaktif, hypertext tool, simulasi analisis butir soal, penilaian hasil belajar.




  1. PENDAHULUAN



  • Latar Belakang


Aplikasi teknologi informasi dan komunikasi hampir tidak bisa dipisahkan dari setiap aspek kehidupan Kita. Demikian juga di dalam suatu kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat). Prinsip-prinsip Andragogis harus Kita perhatikan dengan seksama dan implementasi Adult Learning Theory dengan kombinasi pemanfaatan teknologi harus Kita optimalkan (Wang: 2010).

Widyaiswara memiliki tugas utama mendidik, mengajar, dan melatih dalam kegiatan diklat. Untuk mendukung tugasnya tersebut seorang widyaiswara dituntut untuk mampu menyusun suatu karya tulis ilmiah (KTI). Karya tulis yang berupa hasil penelitian, tinjauan ataupun gagasan ini menjadi indikator penguasaan kompetensi profesional seorang Widyaiswara. KTI Widyaiswara juga berfungsi sebagai media atau sarana komunikasi dalam menuangkan gagasan dan pengetahuannya dalam rangka mengembangkan bahan ajar. Hal ini untuk menjamin dan meningkatkan keefektivan proses pembelajaran dalam diklat (lampiran Peraturan Kepala LAN No,9 Tahun 2008).

Dalam penilaian hasil belajar, soal yang baik harus memenuhi prinsip valid dan reliabel (Permendiknas No. 20 Tahun 2007). Apapun bentuk soal dari suatu tes, prinsip tersebut harus dipenuhi, termasuk untuk soal pilihan ganda. Agar soal valid dan reliabel terlebih dahulu harus dianalisis. Inilah salah satu tugas guru.


Dalam setiap kegiatan diklat untuk guru pemandu, mata diklat penilaian hasil belajar merupakan salah satu subjek esensial. Melalui mata diklat ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menyusun soal yang valid dan reliabel untuk dipergunakan dalam penilaian hasil belajar di sekolah (Direktorat Pembinaan SMA, 2008: 1). Agar suatu diklat untuk guru pemandu efektif dalam memberikan bekal tersebut, fasilitator diklat memerlukan suatu media untuk membantu pemahaman tentang cara menentukan validitas dan reliabilitas soal melalui analisis butir soal. Media diklat tersebut sekaligus dapat digunakan sebagai alat bantu untuk melaksanakan tugas guru pemandu dalam menganalisis butir soal yang digunakan untuk kegiatan penilaian hasil belajar bagi siswa-siswanya ketika ia berperan sebagai guru.

Ada beberapa program aplikasi untuk analisis butir soal secara kuantitatif, antara lain Anates, ITEMAN, dan BIGSTEPS. Program-program tersebut memang bisa menganalisis butir soal secara instant, namun bagi peserta diklat akan sulit memahami apa dan bagaimana analisis butir soal tersebut. Kompatibilitas program-program tersebut terhadap program lain semacam øffice juga rendah. Peserta diklat membutuhkan program aplikasi yang lebih akrab dan biasa dipergunakan mereka. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, Peneliti mengadakan penelitian dengan judul "Rancang Bangun Media Diklat Interaktif Tipe Hypertext Tool untuk Simulasi Analisis Butir Soal dalam Diklat Guru Pemandu LPMP Jawa Tengah".


  • Rumusan Masalah




Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut :

  1. Bagaimana merancang bangun program aplikasi yang berfungsi sebagai media pembelajaran yang dapat membantu fasilitator diklat guru pemandu dalam mensimulasikan analisis soal pilihan ganda.

  2. Bagaimana merancang bangun program aplikasi simulasi yang dapat membantu guru pemandu memahami cara menganalisis butir soal pilihan ganda.


  3. Bagaimana merancang bangun program aplikasi yang dapat digunakan pengguna untuk melaksanakan analisis butir soal dalam kegiatan analisis butir soal pilihan ganda di sekolah.



  • Tujuan Penelitian Pengembangan


Berdasarkan rumusan masalah, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian adalah:

  1. Menghasilkan program aplikasi yang berfungsi sebagai media pembelajaran yang dapat membantu fasilitator diklat guru pemandu dalam mensimulasikan analisis soal pilihan ganda..

  2. Menghasilkan program aplikasi simulasi yang dapat membantu guru pemandu memahami cara menganalisis butir soal pilihan ganda.


  3. Menghasilkan program aplikasi yang dapat digunakan pengguna untuk melaksanakan analisis butir soal dalam kegiatan analisis butir soal pilihan ganda di sekolah.






  • Manfaat Penelitian Pengembangan

    Manfaat dari penelitian ini adalah:



  1. Bagi fasilitator diklat, tersedianya program aplikasi yang berfungsi sebagai media pembelajaran yang dapat mensimulasikan analisis butir soal pilihan ganda.

  2. Bagi peserta diklat, tersedianya program aplikasi yang dapat membantu memahami proses analisis butir soal pilihan ganda


  3. Bagi pengguna, tersedianya program aplikasi yang dapat digunakan untuk melaksanakan analisis butir soal pilihan ganda yang sesungguhnya.





  • Definisi Operasional


Dalam suatu penelitian pengembangan program aplikasi digunakan beberapa istilah yang spesifik. Untuk mempermudah pemahaman pembaca karya tulis ini, berikut dideskripsikan beberapa istilah yang banyak digunakan. Beberapa istilah tersebut beserta penjelasannya adalah sebagai berikut:

  1. Diklat guru pemandu adalah kegiatan pendidikan dan pelatihan yang diikuti oleh para guru pemandu yang pesertanya akan menjadi fasilitator dalam kegiatan kelompok kerja guru di daerah masing-masing.

  2. Simulasi analisis butir soal pilihan ganda adalah kegiatan dalam diklat guru pemandu berupa simulasi menganalisis butir soal pilihan ganda untuk menentukan validitas dan reliabilitasnya.

  3. Penelaahan soal secara kuantitatif adalah penelaahan butir soal didasarkan pada data empirik dari butir soal setelah diujicobakan. Penelaahan dilakukan untuk mengukur validitas dan reliabilitasnya.

  4. Validitas soal tes adalah tingkat kesahihan suatu butir soal dengan cara mengukur korelasi point biserial soal tersebut. Soal disebut sahih apabila koeffisien korelasinya ≥ 0,4 - ≤ 1. Sedangkan soal dengan koeffisien point biserial ≥ 0,20 - ≤ 0,40 harus diperbaiki. Soal dengan koeffisien korelasi point biserial < 0,20 tidak boleh dipergunakan.

  5. Reliabilitas soal tes adalah tingkat ketepatan (precision) dan keajegan (consistency) skor tes, yang dihitung dengan formula KR-20 (Kuder Richadson 20). Soal disebut reliabel jika memiliki KR-20 ≥ 0,6.

  6. Multimedia diklat interaktif adalah alat bantu pembelajaran dalam suatu kegiatan diklat yang memiliki karakteristik peserta diklat dapat memberikan kontrol terhadap alat tersebut sehingga ia dapat mereview materi sesuai kepentingan individualnya dalam berinteraksi dengan materi diklat.

  7. Multimedia interaktif tipe hypertex ttool adalah linking dari data, kata atau frasa ke data, kata atau frasa lain dalam satu atau lain dokumen yang direkayasa untuk interaktivitas dari suatu multimedia dalam kegiatan diklat.

  8. Pemrograman VBA Excel adalah bahasa pemrograman Visual Basic Application pada Excel Microfoft Office 2007dengan platform operating system Windows XP atau generasi sesudahnya.

  9. Kinerja media diklat yang efektif adalah suatu kondisi di mana hasil uji coba terbatas di lapangan menunjukkan media tersebut mampu membantu peserta diklat mensimulasikan analisis butir soal pilihan ganda.



  • Asumsi dan Keterbatasan



  1. Asumsi


Asumsi dalam penelitian ini adalah:

  1. Responden memberikan informasi secara jujur dan benar, terhadap media diklat yang digunakan dalam simulasi melalui angket respon peserta diklat.


  2. Peneliti menuliskan hasil pengamatan terhadap penggunaan media diklat interaktif pada kegiatan simulasi secara akurat, objektif dan jujur ke dalam lembar pengamatan. Dengan demikian hasil pengamatan tersebut tidak direkayasa oleh peneliti agar hasil yang diperoleh akuntabel.

  3. Keterbatasan


Dalam setiap penelitian pengembangan harus ada pembatasan sehingga memungkinkan pengembangan yang lebih advanced lagi. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini adalah:

  1. Desain program aplikasi media diklat dalam penelitian ini terbatas hanya berbasis hypertext tools.

  2. Program aplikasi hanya dipergunaan untuk analisis butir soal pilihan ganda saja, bukan bentuk soal yang lain.

  3. Analisis butir soal yang dilakukan menggunakan cara berdasarkan Teori Klasik, bukan Teori Item Response atau Teori Modern.

  4. Program aplikasi hanya bisa digunakan untuk menganalisis maksimal100 butir soal saja.


  5. Program aplikasi hanya bisa digunakan untuk menganalisis satu subjek materi saja, tidak bisa dipergunakan untuk menganalisis sub-sub subjeknya,

  6. KAJIAN TEORI




  1. Simulasi Analisis Butir Soal Pilihan Ganda

    Kegiatan menganalisis butir soal merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan guru untuk meningkatkan mutu soal yang telah ditulis. Kegiatan ini merupakan proses pengumpulan, peringkasan, dan penggunaan informasi dari jawaban siswa untuk membuat keputusan tentang setiap penilaian. Tujuan penelaahan adalah untuk mengkaji dan menelaah setiap butir soal agar diperoleh soal yang bermutu sebelum soal digunakan. Di samping itu, tujuan analisis butir soal juga untuk membantu meningkatkan tes melalui revisi atau membuang soal yang tidak efektif, serta untuk mengetahui informasi diagnostik pada siswa apakah mereka sudah/belum memahami materi yang telah diajarkan . Soal yang bermutu adalah soal yang dapat memberikan informasi setepat-tepatnya sesuai dengan tujuannya di antaranya dapat menentukan peserta didik mana yang sudah atau belum menguasai materi yang diajarkan guru.


    Dalam melaksanakan analisis butir soal, para penulis soal dapat menganalisis secara kualitatif, dalam kaitan dengan isi dan bentuknya, dan kuantitatif dalam kaitan dengan ciri-ciri statistiknya atau prosedur peningkatan secara judgment dan prosedur peningkatan secara empirik. Analisis kualitatif mencakup pertimbangan validitas isi dan konstruk, sedangkan analisis kuantitatif mencakup pengukuran kesulitan butir soal dan diskriminasi soal yang termasuk validitas soal dan reliabilitasnya (Direktorat Pembinaan SMA, 2008: 1).


    Ada dua cara dalam analisis butir soal, yaitu cara klasik dan cara modern. Cara yang kedua mengikuti prosedur yang jauh lebih rumit sehingga tidak dibahas dalam tulisan yang terbatas ini. Analisis butir soal secara klasik adalah proses penelaahan butir soal melalui informasi dari jawaban peserta didik guna meningkatkan mutu butir soal yang bersangkutan dengan menggunakan teori tes klasik. Kelebihan analisis butir soal secara klasik adalah murah, dapat dilaksanakan sehari-hari dengan cepat menggunakan komputer, murah, sederhana, familier dan dapat menggunakan data dari beberapa peserta didik atau sampel kecil. Adapun proses analisisnya sudah banyak dilaksanakan para guru di sekolah (Direktorat Pembinaan SMA, 2008). Cara manual yang paling mudah dilakukan adalah dengan menghitung daya pembeda.


    Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu butir soal dalm membedakan antara warga belajar/siswa yang telah menguasai materi yang ditanyakan dan warga belajar/siswa yang tidak/kurang/belum menguasai materi yang ditanyakan. Manfaat daya pembeda butir soal dapat Kita kelompokkan dalam dua aspek. Pertama, untuk meningkatkan mutu setiap butir soal melalui data empiriknya. Berdasarkan indeks daya pembeda, setiap butir soal dapat diketahui apakah butir soal itu baik, direvisi, atau ditolak. Kedua, untuk mengetahui seberapa jauh setiap butir soal dapat mendeteksi/membedakan kemampuan siswa, yaitu siswa yang telah memahami atau belum memahami materi yang diajarkan guru.


    Apabila suatu butir soal tidak dapat membedakan kedua kemampuan siswa itu, maka butir soal itu dapat dicurigai "kemungkinannya" seperti berikut ini.





  • Kunci jawaban butir soal itu tidak tepat.

  • Butir soal itu memiliki 2 atau lebih kunci jawaban yang benar

  • Kompetensi yang diukur tidak jelas

  • Pengecoh tidak berfungsi

  • Materi yang ditanyakan terlalu sulit, schingga banyak siswa yang menebak

  • Sebagian besar siswa yang memahami materi yang ditanyakan berpikir ada yang salah informasi dalam butir soalnya


Indeks daya pembeda setiap butir soal biasanya juga dinyatakan dalam bentuk proporsi. Semakin tinggi indeks daya pembeda soal berarti semakin mampu soal yang bersangkutan membedakan warga belajar/siswa yang telah memahami materi dengan warga belajar/peserta didik yang belum memahami materi. Indeks daya pembeda berkisar antara -1,00 sampai dengan +1,00. Semakin tinggi daya pembeda suatu soal, maka semakin kuat/baik soal itu. Jika daya pembeda negatif (<0) berarti lebih banyak kelompok bawah (warga belajar/peserta didik yang tidak memahami materi) menjawab benar soal dibanding dengan kelompok atas (warga belajar/peserta didik yang memahami materi yang diajarkan guru).

Untuk mengetahui daya pembeda soal bentuk pilihan ganda adalah dengan menggunakan rumus berikut ini (Direktorat Pembinaan SMA, 2008:13):



Di samping rumus di atas, untuk mengetahui daya pembeda soal bentuk pilihan ganda dapat dipergunukan rumus korelasi point biserial (r pbis) dan korelasi biserial (r bis) seperti berikut (Direktorat Pembinaan SMA, 2008):


Untuk mengetahui koefisien reliabilitas tes soal bentuk pilihan ganda digunakan rumus Kuder Richadson 20 (KR-20) seperti berikut ini (Direktorat Pembinaan SMA, 2008: 16).






  1. Media Diklat Interaktif

    Dalam teori belajar, penggunaan media yang efektif dalam suatu kegiatan pembelajaran, termasuk dalam kegiatan diklat dapat memberikan motivasi belajar (Schunk, 2012: 345). Motivasi belajar yang efektif akan meningkatan hasil belajar. Pembelajaran dengan materi yang menuntut pemahaman praktikal, membutuhkan media pembelajaran yang baik


    Pada era revolusi teknologi informasi dewasa ini, Multimedia Interaktif merupakan istilah yang seringkali digunakan di dalam teknologi pendidikan. Dalam peristilahan yang digunakan secara luas, istilah tersebut memiliki arti yang amat beragam pada spektrum media massa baik bahan cetak, audio, video, maupun teknologi yang dikembangkan berbasis paket piranti keras dan piranti lunak komputer yang diproduksi secara massal serta memungkinkan penggunaan secara individual untuk belajar. Istilah multimedia bisa digunakan pada berbagai level belajar berupa perangkat pendidikan yang memungkinkan keanekaragaman presentasi materi pelatihan.


    Multimedia merupakan kombinasi fungsional dari piranti keras dan piranti lunak komputer yang dalam pengembangnya memungkinkan pengintegrasian video, animasi, audio dan grafis untuk dikembangkan menjadi alat presentasi pada desktop komputer (Fenrich dalam Reddi, 2003: 4). Multimedia juga bisa dimanai sebagai alat presentasi yang memiliki karakteristik kombinasi fungsional dari teks, gambar, suara, animasi, dan video, yang beberapa diantaranya atau seluruhnya diorganisasikan menjadi suatu program yang koheren (Phillips dalam Reddi, 2003: 4). Dari dua pendapat tersebut, dapat dicari kesamaannya bahwa multimedia merupakan kombinasi fungsional yang diprogramkan secara teliti dari beberapa elemen yang meliputi teks, grafis, suara, animasi, dan video.


    Dari terminologi multimedia kemudian dielaborasi menjadi Multimedia Interaktif. Komponen interaktivitas suatu multimedia menggambarkan bahwa end user multimedia tersebut ataupun audien dapat melakukan kontrol 'apa', 'kapan' dan 'bagaimana' dari elemen tersebut muncul dan dipresentasikan. Dari deskripsi di atas multimedia interaktif dapat didefinisikan sebagai kombinasi sinergis dan simbiotis dari berbagai elemen media (audio, video, grafis, teks, animasi, dsb,) ke dalam suatu kesatuan program sehingga memberikan manfaat yang lebih optimal kepada end user dibandingkan bila elemen-elemen tersebut berfungsi secara mandiri.






  1. Multimedia Interaktif Tipe Hypertext

    Multimedia Interaktif merupakan kombinasi dari berbagai fungsi. Berdasarkan jenis elemen-elemen yang dikombinasikan, Multimedia Interaktif dapat diklasifikasi ke dalam beberapa tipe. Reddi (2003: 13) mengelompokkan desain multimedia menjadi lima kategori: Painting and drawing tools, 3-D Modeling and animation tools, Image editing tools, Sound editing tools, dan Animation Video Digital Movie tools.
    Sedangkan Fahy (2003: 5) mengemukakan ada lima spesifikasi multimeia interaktif berdasarkan karakteristik fungsionalnya yaitu: sound, graphics and color, animation, video, hypermedia, dan hypertext.


    Berdasarkan klasifikasi di atas, maka desain multimedia yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah tipe hypertext. Tipologi ini merupakan linking dari value, kata, atau frasa ke value, kata atau frasa lain pada dokumen yang sama ataupun pada dokumen berbeda (Fahy, 2003: 5). Pada hakekatnya hypertext ini sulit dipisahkan dari desain aplikasi multimedia interaktif yang lain. Szabo (dalam Fahy,2003:6) menekankan bahwa seharusnya hypertext lebih banyak digunakan untuk lebih memperluas akses terhadap informasi yang dibutuhkan, bukan untuk kepentingan aktualita diklat, namun sebagai langkah antisipatif terhadap kebutuhan akan materi pelatihan dalam konteks akselerasi pencapaian tujuan diklat (khususnya bagi peserta diklat yang belum memiliki prasyarat pengetahuan materi tersebut atau yang kapabilitasnya kurang).


    Fahy (2003: 7) mengestimasikan hypermedia dan hypertext memang memiliki prospek cerah untuk digunakan sebagai multimedia interaktif dalam kegiatan pelatihan. Didukung oleh perkembangan yang pesat dari piranti keras, piranti lunak, maupun teknologi interface manusia-komputer, secara teknis pada saat ini sangat memungkinkan pemanfaatan hiperrmedia dan hypertext untuk pelatihan secara online. Kedua tipe multimedia interaktif ini memiliki keunggulan untuk pelatihan antara lain (Marchionini dalam Fahy, 2003: 8):





  • Sejumlah besar informasi dari berbagai macam media dapat disimpan dalam bentuk yang kompak dan mudah untuk diakses.

  • Hypermedia dan Hypertext memungkinkan kontrol dari peserta diklat secara leluasa (end users dapat secara leluasa memilih kapan, apa, dan bagaimana link yang diperlukan).

  • Hypermedia dan Hypertext memungkinkan fasilitator dan peserta diklat memiliki banyak ragam cara interaksi yang baru, memberikan reward kepada peserta diklat yang mampu mengasah keterampilan belajarnya secara mandiri, dan meningkatkan kreativitas fasilitator diklat dalam hal bagaimana cara ia berinteraksi dengan peserta diklat. .




  1. Visual Basic A pplication Excel 2007

    VBA merupakan kependekan dari Visual Basic for Applications. Aplikasi Visual Basic di dalam Excel 2007 menjadi salah satu bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Microsoft. Excel adalah salah satu elemen dari Microsoft Office 2007. VBA merupakan alat yang bisa Kita pergunakan untuk mengembangkan program yang mengontrol Excel. Kita harus membedakan VBA dengan VB yang merupakan kependekan dari Visual Basic. VB merupakan bahasa pemrograman yang memungkinkan Kita membuat program executable (File exe) mandiri. Jadi, VBA berbeda dengan VB (Walkenbach, 2003: 6).




.



  1. Aplikasi Multimedia Interaktif dalam Simulasi Analisis Butir Soal

    Karena merupakan bahasa pemrograman yang riil dan live, VBA mempergunakan banyak elemen bahasa pemrograman yang sering dipergunakan. Di antara beberapa elemen bahasa pemrograman tersebut adalah: comments, variables, constants, data types, dan arrays (Walkenbach, 2004: 89).


    Dalam pemrograman VBA Excel 2007 beberapa tipe data digunakan. Tipe data merupakan istilah yang biasa dipergunakan untuk menyebutkan bagaimana cara dari suatu program menyimpan data dalam memori — sebagai misal, integers, real numbers, atau data strings. Meskipun VBA dapat menangani detail tipe data tersebut secara otomatis, namun ada konsekuensi yang harus diperhitungkan. Namun konsekuensinya tidak seberapa dibandingkan dengan manfaatnya. Misalkan Kita tidak mempergunakan VBA untuk menangani entri data menyebabkan eksekusi menjadi lambat dan penggunaan memori yang tidak efisien. Untuk aplikasi yang sederhana, hal seperti ini tidak menjadi masalah yang serius. Namun untuk aplikasi yang lebih besar dan lebih kompleks akan menyebabkan kerja program menjadi lambat atau membutuhkan konservasi setiap memori yang tersisa, Pada saat itulah Kita membutuhkan pengenalan yang lebih mendalam tentang tipe data (DeMarco, 2007: 30).


    VBA memang secara otomatis menangani semua data secara detail, yang membuat Kita menjadi nyaman dalam melakukan pemrograman. Tidak semua bahasa pemrograman memberikan kenyamanan seperti ini. Misalnya, ada bahasa pemrograman yang semata-mata hanya mengetik saja, sehingga seorang pemrogram harus secara eksplisit mendefinisikan secara operasional tipe data untuk setiap variabel yang digunakan (Walkenbach, 2007: 97).


    Dengan VBA Excel memungkinkan kita menggunakan menu yang disebut UserForm. Excel 2007 memungkinkan Kita bisa menciptakan screen data entri yang mudah digunakan oleh end users. Program seperti ini dapat juga berfungsi sebagai wahana display untuk summary data ataupun data itu sendiri dari berbagai sumber data. Program ini juga menyediakan untuk Kita tools yang Kita butuhkan untuk menciptakan "wizard" aplikasi atau form data entri sederhana (DeMarco, 2008: 30).


    Bahasa pemrograman VBA dalam Excel menurut John Green (2007: 30) terdiri dari beberapa elemen yang berlaku secara umum untuk semua versi VB dan aplikasi Microsoft Office. Contoh-contoh berikut merupakan bahasa yang memanfaatkan model objek Excel, namun tujuannya adalah menguji struktur umum dari bahasa pemrograman. Beberapa dari struktur dan konsep tersebut dikenal oleh bahasa pemrograman yang lain, meskipun sintaks dan kata kuncinya bisa sangat bervariasi. Elemen tersebut adalah sebagai berikut:





  • Penyimpanan informasi dalam variabel dan array.

  • Pembuatan keputusan dalam kode

  • Penggunaan loops.

  • Penanganan basic error.


Penggunaan VBA dalam Excel memiliki beberapa keunggulan (Walkenbach, 2007: 15), antara lain:

  • Excel selalu selalu mengeksekusi suatu task dengan cara yang selalu sama persis.

  • Dengan VBA, Excel melakukan task jauh lebih cepat daripada dilakukan secara manual.



  • Dengan macro, Excel selalu memiliki performans tanpa kesalahan.

  • Semua task yang diprogramkan dapat dilakukan Excel meskipun user masih awam tentang excel.

  • Dengan VBA banyak hal yang bisa Kita lakukan, yang tidak akan bisa Kita lakukan dalam Excel tanpa VBA.

  • Untuk tugas-tugas Excel yang membutuhkan waktu lama dan membosankan, VBA bisa mengurangi durasi waktu dan kebosanan tersebut.


Di samping beberapa keuntungan di atas, VBA juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain:

  • Kita harus terlebih dahulu mempelajari bagaimana cara menulis program VBA (meskipun tidak terlalu sulit).

  • Orang lain yang menggunakan program VBA yang telah kita buat, harus sudah memiliki program Excel dalam komputernya. Memang lebih nyaman bagi Kita jika tinggal menekan satu tombol yang dapat mentransformasikan aplikasi Excel VBA kita ke dalam suatu program mandiri, namun hal seperti ini tidak mungkin Kita lakukan (dan mungkin tidak akan pernah bisa Kita lakukan).

  • Kadang-kadang program tidak bisa berfungsi. Dengan kata lain, Kita tidak bisa begitu saja dengan mudah berasumsi bahwa program VBA Kita akan berfungsi dengan sempurna dalam semua kondisi. Di sini peran debugging menjadi sangat esensial.

  • VBA merupakan sasaran bergerak. Sebagaimana Kita maklumi bersama, Microsoft senantiasa meng-upgrade Excel. Boleh jadi program Excel VBA yang kita buat tidak bisa beroperasi dengan baik di versi Excel generasi berikutnya.



  1. Pengembangan Model Desain Instruksional dengan Menggunakan Multimedia Interaktif


Model pengembangan multimedia interaktif untuk kegiatan diklat di dalam penelitian ini mengadopsi dari Parhar (2003: 32). Dengan membandingkan berbagai model desain berdasarkan berbagai teori belajar, Parhar mendeskripsikan beberapa komponen yang sama dari langkah-langkah pengembangan desain instruksional dengan memanfaatkan multimedia interaktif, yaitu:

  1. Perumusan tujuan pembelajaran mata diklat yang dapat dirinci sebagai berikut:



  1. Identifikasi dan analisis tujuan pembelajaran dari mata diklat.

  2. Perencanaan dan solusi desain untuk pencapaian tujuan tersebut.

  3. Implementasi dari solusi tersebut.


  4. Analisis isi multimedia interaktif yang dikembangkan.


    1. Pemilihan jenis multimedia yang sesuai untuk pencapaian tujuan pembelajaran.



  5. Pembuatan multimedia interaktif.


  6. Evaluasi keefektivan multimedia yang dikembangkan.

    Model desain instruksional untuk kegiatan diklat dengan memanfaatkan teknologi bisa didefinisikan sebagai representasi visual dari suatu proses desain instruksional, berupa elemen-elemen utama atau frasa dari proses dan hal-hal yang terkait. Pendekatan sistemnya meliputi perumusan sasaran dan tujuan, analisis sumber, merencanakan kegiatan, dan evaluasi berkelanjutan dan modifikasi dari program. Pendekatan sistem seperti ini sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1950-an dan 1960-an dan berakar di militer dan koorporasi, namun mulai mendominasi dunia pendidikan teknologi dan pembangunan pendidikan sejak tahun 1970-an. (Chen, 2011:81 ).

    1. Kriteria Kelayakan Multimedia Interaktif Tipe Kombinasi Hypermedia dan Hypertext


    Ada paling sedikit sebelas faktor kualitas yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan suatu piranti lunak (Edward Hasted, 2005: 121), yaitu:

    1. Valid, suatu program aplikasi disebut valid apabila program tersebut dapat berfungsi sesuai dengan tujuan program tersebut dibuat.

    2. Reliabel, yaitu program aplikasi tersebut harus mampu beroperasi dengan akurat.

    3. Efisien, suatu program aplikasi harus mampu bekerja di dalam jaringan dan sistem secara memadai dan tanpa hambatan.

    4. Memiliki integritas, artinya program aplikasi yang dibuat harus memiliki ketahanan tinggi terhadap virus dan hacking.

    5. Keterpakaian, program aplikasi yang baik haruslah bersahabat dan mudah digunakan oleh para user.

    6. Maintainabilitas, ketika program aplikasi mengalami kerusakan harus bisa diperbaiki secepatnya.

    7. Fleksibilitas, program aplikasi yang baik harus memiliki fleksibilitas di berbagai platform, misal bisa digunakan di berbagai operating system.

    8. Testabilitas, suatu program aplikasi yang baik haruslah bisa diuji kinerja dan kelayakannya.

    9. Portabilitas, suatu program aplikasi yang baik harus bisa beroperasi di operating system generasi yang baru.

    10. Reusabilitas,yaitu suatu kondisi yang ideal di mana modularitas kode dan scratch dari suatu program aplikasi dapat diimpor oleh suatu proyek baru.

    11. Interoperabilitas, suatu program aplikasi yang baik harus harus bisa bekerja berbarengan dengan program aplikasi lain.


    .

    1. PERANCANGAN SISTEM





  • Jenis Penelitian


Jenis penelitian di dalam tulisan ini adalah penelitian pengembangan. Dalam hal ini, Peneliti mengembangkan media diklat interaktif tipe kombinasi hypermedia dan hypertext dengan merekayasa VBA Ecel 2007. Media diklat interaktif ini dipergunakan untuk kegiatan diklat Guru Pemandu 2012.


  • Tempat dan Waktu Penelitian

    Penelitian pengembangan ini dilaksanakan di LPMP Jawa Tengah dalam kurun waktu mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian sampai dengan penyusunan laporan penelitian dari pertengahan bulan November 2011. Penyusunan artikel penelitian dilaksanakan bulan Aprill 2012.

    • Prosedur Pengembangan





  1. Survei dan Studi Literatur


Studi literatur dilakukan dengan melakukan kajian dari buku, buku elektronik, jurnal, dan browsing internet. Subjek kajian meliputi metodologi penelitian pengembangan, statistik, analisis butir soal pilihan ganda dengan menggunakan teori klasik, multimedia interaktif, kegiatan diklat, teknologi piranti keras komputer, dan VBA Excel. Studi dielaborasikan melalui wawancara dengan pakar penilaian pendidikan, pakar informasi teknologi, dan pakar metodologi penelitian.

  1. Analisis dan Perancangan Sistem


Sebagaiman dideskripsikan pada bab sebelumnya, multimedia interaktif yang efektif dapat memfasilitasi peserta diklat mensimulasikan kegiatan yang akan dilakukan di lapangan nanti. Dengan bantuan VBA dan lembar kerja akan membantu para peserta diklat menginput data hasil penilaian, mengolah data, menghitung tingkat kesukaran, menghitung daya pembeda, menghitung koefisien korelasi point biserial, mengambil keputusan terhadap validitas setiap butir soal dan reliabilitas perangkat soal secara keseluruhan dan membuat keputusan opsi jawaban yang perlu direvisi secara otomatis. Otomatisasi semua pekerjaan tersebut akan membuat peserta diklat bisa menyelesaikan tugasnya secara lebih cepat, akurat, akuntabel, efisien dan efektif

  • Desain Sistem


Berikut ini adalah diagram desain sistem multimedia interaktif yang akan dikembangkan:


Gambar 01. Blok Diagram Aplikasi Multimedia Interaktif


Simulasi Analisis Butir Soal


Gambar 01 menunjukkan blok diagram alur aplikasi pengolahan data untuk simulasi analisis butir soal pilihan ganda secara umum. Input data meliputi mata pelajaran, kelas/sekolah, nama semua siswa yang menjadi responden, kunci jawaban, dan jawaban setiap responden pada setiap soal. Proses pengolahan data menggunakan VBA Excel. Output data meliputi skor siswa, tingkat kesukaran, data pembeda, rpbis (koefisien korelasi point biserial), keputusan kategori valid atau tidak validnya suatu butir soal, koefisien reliabilitas dengan formula Kuder Richadson-20, dan keputusan kategori reliabel atau tidak reliabelnya perangkat tes yang diuji secara keseluruhan. .


  1. System Flow Utama


    Gambar 02. System
    Flow Utama


    Gambar System flow utama menunjukkan penggunaan perangkat dimulai menu open file dari file master. Karena file ini menjadi master sehingga diproteksi. Untuk membukanya bisa diplih menu read only. Sebelum file master terbuka, harus dilakukan login berupa menyimpan data tersebut menjadi file baru dengan nama yang disesuaikan dengan nama end user dalam hal ini guru pemandu ataupun guru di sekolah. Langkah kedua adalah membuka lembar kerja pertama berupa halaman input data dengan diawali isian identitas mata pelajaran, kelas dan nama sekolah. Langkah ini berperan sebagai log masuk karena identitas yang dituliskan akan menjadi kata kunci untuk masuk ke dalam sistem penyimpanan data untuk sekolah yang bersangkutan. Setelah isian identitas dilakukan, bisa dilanjutkan dengan menu berikutnya dengan cara melakukan scroll ke bagian halaman di bawahnya, yaitu mulai masuk ke menu utama aplikasi.

    Input data menu aplikasi terdiri dari kunci jawaban semua soal yang diuji, nama semua yang menjadi subjek uji coba, dan jawaban setiap responden terhadap setiap soal yang diuji. Setiap input data akan diproses secara langsung (on going process). Jadi jika kita lihat di halaman output, akan langsung muncul tampilan menu outputnya.

    Proses pengolahan data dilakukan dengan berbagai menu function yang ada di VBA Excel. Menu menu yang digunakan sangat kompleks sehingga tidak bisa dideskripsikan dalam tulisan yang terbatas ini. Sebagian dari menu function yang digunakan adalah IF, SD, SUM, AVERAGE dan kombinasi diantara menu-menu tersebut.

    Selama input data berlangsung, pengolahan data akan berlangsung secara simultan sehingga outputnya juga muncul sekaligus. Data-data yang dihasilkan meliputi kelayakan opsi jawaban, skor siswa dan peringkatnya, tingkat kesukaran setiap soal, validitas setiap soal (angka dan kategorinya), dan reliabilitas soal (angka dan kategorinya)



  2. Hierarchy Input Process Output (HIPO)


    Gambar 03. HIPO


    Dalam rancang bangun media diklat ini, secara hirarkhis program aplikasi dibagi menjadi dua elemen yaitu maintenance aplikasi dan output berupa simulasinya. Elemen maintenance terdiri dari tiga sub yaitu maintenance identitas mata pelajaran/kelas/sekolah, maintenance kunci jawaban, serta maintenance nama siswa dan jawaban siswa untuk setiap butir soal. Elemen simulasi terdiri dari dua sub yaitu identitas dan hasil penghitungan. Pada sub elemen hasil penghitungan dirinci menjadi beberapa informasi yang terkait analisis butir soal pilihan ganda. Informasi tersebut meliputi Penghitungan tingkat kesukaran yang diteruskan dengan kesimpulannya yaitu sukar/sedang/mudah; penghitungan daya beda yang dilanjutkan dengan kesimpulannya yaitu diterima/diperbaiki/ditolak; penghitungan korelasi point biserial yang dilanjutkan dengan kesimpulannya yaitu valid/diperbaiki/ditolak; dan penghitungan reliabilitas dengan formulasi Kuder Richadson-20 yang dilanjutkan dengan kesimpulannya yaitu reliabel/tidak reliabel. .


  3. Flowchart Aplikasi

    Flowchart aplikasi terdiri dari dua bagian, yaitu untuk admin dan untuk pengguna. Alur program dimulai dari bagian admin yaitu menu buka file master, menu login berupa pilihan read only, langsung save as menjadi file user, yang selanjutnya oleh admin akan diolah melalui maintenance user menjadi data user yang kemudian mengalir ke bagian pengguna. Aplikasi untuk pengguna dimulai dari file user, isian identitas mata pelajaran/ kelas/ sekolah, data nama siswa, input manual kunci jawaban dan input manual jawaban siswa per butir soal. Dari sini data diproses di bagian admin lagi, yaitu pengolahan data kunci jawaban dan jawaban setiap responden pada setiap butir soal, yang kemudian oleh program di bagian admin dihitung tingkat kesukaran, daya pembeda, koefisien rpbis, dan koefisien reliabilitas/KR-20 nya. Hasil penghitungan ini menjadi output program di bagian pengguna yang meliputi menu keputusan soal mudah/ sedang/ sukar, daya pembeda diterima/ diperbaiki, dibuang, koefisien rpbis valid/ diperbaiki/ dibuang, dan koefisien KR-20 perangkat tes reliabel/ tidak reliabel.


    Gambar 04. Flowchart Aplikasi




  4. Data Flow Diagram

    Dalam rancang bangun suatu program aplikasi harus dibuat suatu model untuk menggambarkan pembagian dari sistem ke dalam model yang lebih kecil. Model seperti ini disebut Data Flow Diagram (DFD) yang kemudian dirinci ke dalam level-level tertentu untuk menjelaskan rinciannya.

    1. Context Diagram



    Gambar 05. Context Diagram Media Diklat Simulasi Analisis Butir Soal Pilihan Ganda


    Gambar di atas disebut Context Diagram, yaitu diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Context Diagram akan memberikan gambaran tentang keseluruhan sistem.

    1. DFD Level 0


    Karena keterbatasan ruang untuk tulisan ini, maka hanya DFD Level 0 saja yang bisa digambarkan. DFD level 0 merupakan rincian dari Context Diagram. Jadi di sini ada empat bagian utama, yaitu bagian admin, bagian maintenance, bagian simulasi, dan bagian user. DFD level 0 ini dapat digambarkan sebagai berikut.


    Gambar 06. DFD Level 0





  • Evaluasi




  1. Subjek Uji Coba

    Dalam suatu kegiatan penelitian pengembangan, produk yang dihasilkan harus melalui uji coba. Proses pengujian produk tersebut dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menetapkan tingkat keefektifan, efisiensi, dan/atau daya tarik dari produk yang dihasilkan. Secara lengkap, uji coba produk pengembangan biasanya dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu uji perseorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Dalam suatu kegiatan pengembangan, pengembang mungkin hanya melewati dan berhenti pada tahap uji perseorangan, atau dilanjutkan dan berhenti sampai tahap uji kelompok kecil. Bisa juga sampai ke uji lapangan dengan skala yang lebih luas. Hal ini sangat tergantung pada urgensi dari data yang dibutuhkan melalui uji coba itu (UM, 2003; Borg, 1983).


  2. Uji Coba Ahli Isi

    Uji coba ahli dilakukan oleh pakar penilaian. Tahap ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap substansi materi amalisis butir soal pilihan ganda yang diproses dalam program


  3. Uji Coba Perorangan

    Subjek uji coba perorangan terdiri dari 10 orang calon pengguna, yaitu 4 orang fasilitator mata diklat dan 6 orang peserta guru pemandu di LPMP Jawa Tengah. Tahap ini bertujuan untuk melakukan evaluasi keefektifan program aplikasi yang dirancang bangun baik sebagai media diklat maupun sebagai program aplikasi analisis butir soal pilihan ganda yang bisa digunakan di sekolah.


  4. Instrumen Pengujian

    Evaluasi uji coba dalam penelitian pengembangan ini menggunakan instrumen angket dengan menggunakan Skala Likert dengan 4 pilihan. Angket terlebih dahulu divalidasi menggunakan instrumen telaah soal yang sudah distandarisasi oleh Depdiknas (Direktorat Pembinaan SMA, 2007) setelah terlebih dahulu dimodifikasi. Telaah validitas meliputi validitas muka, validitas konstruk, dan validitas isi. Telaah instrumen dimintakan pertimbangan pakar penelitian.

    .


  5. Teknik Analisis Hasil Pengujian

    Proses analisis data yang didapat ditujukan untuk mengetahui respon pengguna akhir terhadap program aplikasi yang telah dirancang bangun. Hasil angket akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis item summated scales dari Skala Likert (Kothari,2004:83 ).

    Dalam analisis item summated scales, skor akhir diperoleh dengan cara menjumlahkan angka untuk setiap jawaban dari hasil angket. Dari jumlah itu, dapat dibedakan taraf atau intensitas sikap peserta diklat terhadap aplikasi yang digunakannya. Adapun analisis tersebut untuk setiap butir pertanyaan menggunakan rumus:


    Dari skor setiap butir pertanyaan, kemudian dikonversi ke dalam kategori sebagai berikut (Suharsimi, 2010: 192; Kothari, 2004: 85 ):

    76% – 100% = sangat baik/menarik/sesuai/efektif

    51% – 75% = baik/menarik/sesuai/efektif

    26% – 50% = kurang baik/menarik/sesuai/efektif

    0% – 25% = tidak baik/menarik/sesuai/efektif

    1. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI




  6. Implementasi


    1. Perangkat Lunak

    2. OS Windows 7 Ultimate 32 bit

    3. Visual Basic Application Excel MS Office 2007

    4. Perangkat Keras

    5. Netbook

    6. Prosessor: Intel Atom CPU N450 @ 1,66 GHz

    7. Memory: 1024 MB RAM

    8. Display: Intel Media Graphic Accelerator 3150 memori 250 MB

    9. Monitor: Generic PnP Monitor 32 bit

    10. Instalasi


    Untuk instalasi program aplikasi ini langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:

    1. Copy program aplikasi ke hardisk

    2. Buka file masternya, maka akan muncul permintaan konfirmasi password. Pilih menu read only.


    3. Setelah program aplikasi terbuka, save as dan beri nama dengan nama user yaitu mata pelajaran, kelas, dan nama sekolah yang akan menjadi subjek analisis butir soal pilihan ganda. Langkah ini adalah langkah terakhir dalam instalasi.




    1. Implementasi Input dan Output


      1. Form Utama Aplikasi




    Form utama aplikasi adalah lembar kerja yang berisi judul program aplikasi, isian data identitas mata pelajaran/ kelas/ sekolah, dan sel-sel input data. Komponen proses input data meliputi kunci jawaban, nama siswa, dan jawaban setiap siswa untuk setiap butir soal. Setelah selesai menginput data, pengguna bisa mencari menu output yang diinginkan sebagaimana akan dideskripsikan pada bagian berikutnya.


    Gambar 07. Lembar Input Data




    1. Output Skor Siswa


    Output skor siswa mendeskripsikan nama dan jumlah skor semua siswa peserta tes yang menjadi responden uji coba amalisis butir soal pilihan ganda.


    Gambar 08. Lembar Skor Siswa




    1. Output Tingkat Kesukaran, Daya Beda, Validitas dan Reliabilitas


    Lembar output ini menjadi menu utama program aplikasi ini. Pada halaman ini disajikan hasil analisis butir soal pilihan ganda. Menunya meliputi tingkat kesukaaran, daya pembeda, keputusan diterima/ditolaknya suatu soal berdasarkan daya pembeda, koefisien korelasi point biserial (rpbis), keputusan validitas atau diterima/ ditolaknya suatu soal berdasarkan rpbis tersebut, koefisien reliabilitas KR-20 dan keputusan diterima/ ditolaknya perangkat soal keseluruhan berdasarkan koefisien reliabilitas tersebut.


    Gambar 09. Lembar Hasil Analisis Butir Soal Pilihan Ganda




    1. Output Tabel Referensi


    Lembar ini berupa tabel nilai signifikansi yang terdiri dari tabel nilai Pearson Product Moment fan tabel signifikansi Kesalahan Baku Pengukuran untuk uji reliabilitas perangkat soal secara keseluruhan.



    Gambar 10. Lembar Tabel Referensi




    1. Output Validitas Opsi Jawaban


    Lembar output validitas opsi jawaban merupakan halaman untuk mengecek apakah kunci ataupun pengecoh berfungsi atau tidak. Jika salah satu diantaranya tidak berfungsi berarti harus diganti.



    Gambar 10. Lembar Validitas Opsi Jawaban




    1. Lembar Penjelasan Rumus


    Lembar ini menjelaskan rumus-rumus yang dipergunakan dalam program aplikasi untuk mempermudah pemahaman para pengguna terhadap rumus-rumus yang digunakan dalam program aplikasi.



    Gambar 11. Lembar Penjelasan Rumus yang Dipergunakan




  7. Hasil Evaluasi


    1. Hasil Uji Coba Ahli Penilaian


    Uji coba ahli dilaksanakan dengan subjek seorang pakar penilaian hasil belajar.

    Tabel 01. Uji Coba Ahli Isi



    Dari uji coba ahli diperoleh gambaran bahwa semua komponen program aplikasi termasuk kategori sangat baik sehingga tidak perlu perbaikan. Sedangkan dari pertanyaan terbuka diperoleh masukan untuk menambahkan tabel referensi sehingga akhirnya ditambahkan satu lembar kerja lagi berisikan tabel signifikansi..

    1. Hasil Uji Coba Perorangan


    Uji coba perorangan dilaksanakan dengan subjek 4 orang fasilitator dan 6 peserta diklat. .


Tabel 02. Uji Coba Perorangan




Hasil uji coba perorangan menunjukkan bahwa semua komponen program sudah berfungsi dengan sangat baik, yaitu memperoleh skor di atas 75%. Dari instrumen terbuka diperoleh saran untuk memberikan penjelasan rumus-rumus dalam menganalisis sehingga akhirnya ditambahkan satu lembar kerja berisi penjelasan rumus-rumus yang dipergunakan dalam program aplikasi.

  1. Diseminasi Program


Setelah program aplikasi berfungsi dengan baik sesuai tujuan pengembangan-nya, maka perlu didiseminasikan kepada semua pemangku kepentingan yang membutuhkan. Diseminasi dilakukan kepada para peserta ketika diklat berlangsung dan diunggah di web sehingga bisa diunduh semua orang yang membutuhkan. Adapun alamat webnya sebagai berikut:

http://www.ziddu.com/download/19094220/MASTERPROGRAMANALISISSOALPG2012.rar.html


  1. PENUTUP



  1. Simpulan


Dari hasil uji coba media diklat interaktif program aplikasi simulasi analisis butir soal yang telah dirancang bangun dalam penelitian pengembangan ini, disimpulkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Program aplikasi yang telah dirancang bangun dapat berfungsi sebagai media diklat yang dapat membantu fasilitator diklat guru pemandu dalam mensimulasikan analisis butir soal pilihan ganda.

  2. Program aplikasi yang telah dirancang bangun dapat berfungsi sebagai media diklat yang dapat membantu guru pemandu memahami proses analisis butir soal pilihan ganda.

  3. Program aplikasi yang telah dirancang bangun dapat digunakan pengguna untuk melaksanakan analisis butir soal pilihan ganda yang sesungguhnya.



  1. Saran


Dari hasil penelitian pengembangan media diklat interaktif program aplikasi simulasi Analisis Butir Soal pilihan ganda ini disarankan untuk penelitian lanjutan sebagai berikut:

  1. Program aplikasi yang telah dirancang bangun dapat dikembangkan lagi menjadi program aplikasi analisis butir soal pilihan ganda berdasarkan Item Response Theory.

  2. Program aplikasi yang telah dirancang bangun dapat diintegrasikan di dalam SIM Pendidikan di tiap sekolah sehingga dapat tersusun bank soal semua mata pelajaran yang telah distandarisasi..


DAFTAR PUSTAKA


Borg, Walter H. Dan Meredith Damien Gal. 1983. Educational Research: An Itntroduction. New York: Longman Inc.


Chen, Irene.2011. Instructional Design Methodologies. Dalam Kristin Klinger. Instructional Design:Concepts, Methodologies, Tools, and Applications. Hershey, New York: Information Science Reference. .


DeMarco, John. 2008. Pro Excel 2007 VBA: Learn to build high-performance applications in Excel 2007 using VBA. Berkeley:Apress.


Direktorat Pembinaan SMA Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Panduan Analisis Butir Soal. (CD ROM: Materi Pelatihan Sosialisasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Dirjen PMPTK Departemen Pendidikan Nasional).


Fahy, Patrick J. 2003. Planning for Multimedia Learning. Dalam Sanjaya Mishra dan Ramesh C. Sharma. Interactive Multimedia in Education and Training (hal. 1-24). London: Idea Group Publishing.


Green, John, dkk. 2007. Excel 2007 VBA: Programmer's Reference. Indianapolis: Wiley Publishing Inc.


Gyurky, Szabolcs Michael de. 2006. Work Out Change: Systemic Innovation in Vocational Education and Training. OECD: Centre for Educational Research and Innovation.


Harvey, Greg. 2010. Excel 2010 All in One for Dummies. Indianapolis: Wiley Publishing Inc.


Hasted, Edward.2005. Software That Sells: A Practical Guide to Developing and Marketing Your Software Project.Indianapolis:Wiley Publishing Inc.


Hill, Peter.L. 2011. Practical Software Project Estimation: A Toolkit for Estimating Software Development Effort & Duration. New York: Mc. Graw Hill.


Jelen, Bill and Dwayne K. Dowell. 2007. Excel forAuditors. Uniontown: Holy Macro! Books.


Jelen, Bill. 2005. Learn Excel from Mr, Excel. Uniontown: Holy Macro! Books.


Jelen, Bill. 2008. 377 Excel Mysteries Solved. Uniontown: Holy Macro! Books.


Jelen, Bill. 2009. Excel Gurus Gone Wild. Uniontown: Holy Macro! Books.


Kothari,C.R. 2004. Research Methodology:Methods and Techniques. New Delhi: New Age International (P) Ltd., Publishers.


Michael Spector. 2008. Handbook of Research on Educational Communications and Technology (Third Edition). New York: Lawrence Erlbaum Associates.


Parhar, Madhu. 2003. Instructional Design for Multimedia. Dalam Reddi, Usha V dan Sanjaya Mishra (Eds) : Multimedia as An Educational Tool (hal. 27-38). New Delhi: Commonwealth Educational Media Centre for Asia.


Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara No. 9 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah bagi Widyaiswara. (Online: http://www.ditbin-widyaiswara.or.id/pedoman.html. Direktorat Pembinaan Widyaiswara Lembaga Administrasi Negara. Diakses tanggal 02022012).


Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. (CD ROM Materi Diklat KTSP SMA 2008 Direktorat Pembinaan SMA: KTSP SMA 2008).


Peraturan Pemerintah no.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. (CD ROM Materi Diklat KTSP SMA 2008 Direktorat Pembinaan SMA: KTSP SMA 2008).


Reddi, Usha V.2003. Educational Media: A Handbook for Teacher-Developers. Dalam Reddi, Usha V dan Sanjaya Mishra (Eds) : Multimedia as An Educational Tool (hal. 3-13). New Delhi: Commonwealth Educational Media Centre for Asia.


Schunk, Dale H. 2012. Learning Theories, An Educational Perspective. Boston: Pearson Education Inc.


Suharsimi Arikunto.2010. Penelitian Tindakan untuk Guru, Kepala Sekolah & Pengawas. Yogyakarta:Aditya Media.


Taylor, Edward W. 2008. Transformative Learning Theory. Dalam Merriam, Sharan B (Eds). Third Update on Adult Learning Theory (hal. 5-13). San Francisco: Wiley Periodicals.


Universitas Negeri Malang. 2003. Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Malang: Universitas Negeri Malang.


Verschuuren, Gerard,M.2006. From VBA to PSTO: Is Excel's New Engine for You?. United States: Holy Macro! Books.


Walkenbach, John. 2004. Excel VBA Programming for Dummies. Indianapolis: Wiley Publishing Inc.


Walkenbach, John. 2010. Excel 2010 Power Programming with VBA. Indianapolis: Wiley Publishing Inc..


Walkenbach, John. 2010. Microsoft Excel 2010 Formulas. Indianapolis: Wiley Publishing Inc..


Walkenbach,John. 2004. Excel VBA Programming for Dummies. Indianapolis: Wiley Publishing Inc.


Wang, Victor C.X. 2010. Effective Teaching with Technology in Adult Education. Dalam Wang, Victor C.X. Integrating Adult Learning and Technologies for Effective Educaton: Strategic Approach (hal. 48-61). Hershey New York: Information Science Reference.

1 komentar:

  1. kti yang masuk email saya sangat bermanfaat menambah ilmu bagi kami warga pendidik

    BalasHapus